Kamis, 25 Juni 2020

NAMA : REZA AFDAL LINGGA

NIM : 1802107022

review video


Dalam video pertama

 menjelasakan tentang perdagangan internasional. Perdagangan internasional adalah darah kehidupan ekonomi global. Perdagangan internasional terjadi apabila kedua negara melakukan transaksi Perdagangan internasional terjadi karena alasan sebagai berikut.

 Pertama adalah perbedaan hasil produksi. Tiap negara mempunyai kekayaan alam, modal, teknologi, dan kebudayaan yang berbeda. Oleh karena itu, tiap-tiap negara mempunyai hasil produksi yang berbeda-beda. Ada negara yang dapat memproduksi suatu barang atau jasa yang melimpah, sementara ada negara yang kekurangan hasil produksi barang atau jasa tersebut tetapi memiliki barang atau jasa lainnya. Sebagai contoh, Indonesia banyak menghasilkan produksi pertanian; Korea dan Jepang banyak menghasilkan barang-barang elektronik.

 Kedua adalah perbedaan harga barang. Harga suatu barang di tiap negara berbeda. Perbedaan harga inilah yang mendorong adanya perdagangan internasional. Misalnya, harga komputer di Korea Selatan dan di Jepang lebih murah daripada harga di Indonesia mendorong orang Indonesia membeli komputer tersebut di Korea atau Jepang untuk dijual di Indonesia. Mereka melakukan perdagangan karena memperoleh keuntungan sebagai akibat dari adanya perbedaan harga jual dan harga beli.

Ketiga adalah adanya keinginan untuk meningkatkan produktivitas. Tiap-tiap negara mempunyai kebutuhan barang yang beraneka ragam. Namun secara ekonomi tiap negara lebih baik memproduksi beberapa macam barang saja kemudian melakukan perdagangan internasional. Dengan spesialisasi ini produktivitas tiap negara menjadi lebih tinggi. Banyak faktor pendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya: untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri, keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara, adanya perbedaan kemampuan kepuasan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi, adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut, adanya perbedaaan kekayaan sumber daya alam, iklim, tenaga kerja,budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatsan produksi, dan adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.

(Sumber: https://youtu.be/geoe-6NBy10)

 

Dalam video kedua 

Dalam video ini menerangkan/menjelaskan tentang bagaiman metode pembayaran dalam perdagangan internasional untuk ekspor dan impor. Perdagangan internasional  terdapat  dua pihak yaitu ekportir dan importir dalam transaksi perdagangan internasional terjadilah pergerakan barang.

Cash Payment Dalam sistem pembayaran ini, pembeli akan membayar produk kita dimuka sebelum barang-barang dikirim ke negara tujuan. Dengan kata lain importir memberikan kredit kepada eksportir untuk mempersiapkan barang-barangnya.Metode pembayaran ini cukup jarang dilakukan, karena perlu adanya kepercayaan antara importir kepada eksportir. Biasanya besarnya pembayaran bernilai hingga 100% dari besarnya barang diekspor.Open Account (Pembayaran Kemudian)

Kalau metode pembayaran sebelumnya importir yang menanggung segala risiko, kalau metode open account ini eksportirlah yang akan menampung risiko karena importir baru akan melakukan pembayaran kalau produk sudah sampai di kapal. Dalam hal ini eksportir harus mengirimkan invoice yang mencantumkan tanggal dan waktu tertentu kapan importir harus melakukan pembayaran. Consignment (Konsinyasi)Konsinyasi bisa menjadi pilihan untuk kamu yang ingin menitipkan barang kepada importir untuk dijual di negara mereka. Harga jual ditetapkan oleh eksportir. nah, nanti untuk barang yang tidak terjual akan dikembalikan lagi ke eksportir.

Dalan sistem ini, hak milik atas barang ada di tangan eksportir, sedangkan importir berperan sebagai pihak yang dititipi barang untuk dijual.

 

(Sumber: https://youtu.be/cIM5SdLI58g)


Kamis, 26 Maret 2020

Perekonomian Indonesia Pasca Virus Corona dan Perekonomian Di Masa Akan Datang


PEREKONOMIAN INDONESIA PASCA VIRUS CORONA
DAN PEREKONOMIAN DI MASA AKAN DATANG

Pendahuluan
Latar belakang

Indonesia tentu tidak ingin seperti Italia dan Iran, yang telat mengantisipasi penyebaran virus corona sampai akhirnya mau tidak mau menerapkan lockdown. Sementara itu, Indonesia bisa belajar dari China, yang merelakan laju perekonomiannya demi memutus mata rantai virus. "Tapi rasanya tidak perlu lockdown, masih cukup social distancing. Keputusan lockdown sebaiknya tetap mengacu pada jumlah kasus serta kemampuan jaminan sosial dan tenaga medis," kata Fithra (Ekonom Universitas Indonesia) kepada CNNIndonesia.com. Sebab, lockdown akan sangat memukul laju ekonomi Indonesia secara jangka pendek. Hal ini karena kota dengan kasus terbanyak virus corona ialah Jakarta, yang merupakan pusat pemerintahan, bisnis, dan perdagangan Indonesia. Sementara kota-kota lain yang juga memiliki sejumlah kasus corona, merupakan kota-kota di Pulau Jawa, yang lagi-lagi menjadi penggerak roda ekonomi dalam negeri. Kondisi ini berbeda dengan kebijakan lockdown di China, di mana kota yang ditutup adalah Wuhan.

Rumusan Masalah Perekonomian Indonesia Pasca Virus Corona dan di masa akan datang:
1.      Apakah virus corona mempengaruhi perekonomian di dunia?
2.      Apa yang dimaksud virus Corona (Covid-19)?
3.      Bagaimana nasib perekonomian Indonesia di masa akan datang?
4.      Bagaimana penyebaran virus corona itu sendiri dan bagaimana pencegahannya?

Kajian Teori

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Coronaviruses (Cov) adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV). Virus Corona adalah zoonotic yang artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Berdasarkan Kementerian Kesehatan Indonesia, perkembangan kasus COVID-19 di Wuhan berawal pada tanggal 30 Desember 2019 dimana Wuhan Municipal Health Committee mengeluarkan pernyataan “urgent notice on the treatment of pneumonia of unknown cause”. Penyebaran virus Corona ini sangat cepat bahkan sampai ke lintas negara. Sampai saat ini terdapat 93 negara yang mengkorfirmasi terkena virus Corona. Penyebaran virus Corona yang telah meluas ke berbagai belahan dunia membawa dampak pada perekonomian dunia baik dari sisi perdagangan, investasi dan pariwisata.

Penerimaan pajak sektor perdagangan juga mengalami penurunan padahal perdagangan memiliki kontribusi kedua terbesar terhadap penerimaan pajak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor migas dan non-migas mengalami penurunan yang disebabkan karena China merupakan importir minyak mentah terbesar. Selain itu, penyebaran virus Corona juga mengakibatkan penurunan produksi di China, padahal China menjadi pusat produksi barang dunia. Apabila China mengalami penurunan produksi maka global supply chain akan terganggu dan dapat mengganggu proses produksi yang membutuhkan bahan baku dari China. Indonesia juga sangat bergantung dengan bahan baku dari China terutama bahan baku plastik, bahan baku tekstil, part elektronik, komputer dan furnitur.

Pembahasan

China merupakan negara eksportir terbesar dunia. Indonesia sering melakukan kegiatan impor dari China dan China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Adanya virus Corona yang terjadi di China menyebabkan perdagangan China memburuk. Hal tersebut berpengaruh pada perdagangan dunia termasuk di Indonesia. Penurunan permintaan bahan mentah dari China seperti batu bara dan kelapa sawit akan mengganggu sektor ekspor di Indonesia yang dapat menyebabkan penurunan harga komoditas dan barang tambang. Indonesia adalah salah satu negara yang memberlakukan larangan perjalanan ke dan dari China untuk mengurangi penyebaran virus Corona. Larangan ini menyebabkan sejumlah maskapai membatalkan penerbangannya dan beberapa maskapai terpaksa tetap beroperasi meskipun mayoritas bangku pesawatnya kosong demi memenuhi hak penumpang. Para konsumen banyak yang menunda pemesanan tiket liburannya karena semakin meluasnya penyebaran virus Corona.

Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2, pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan, di provinsi Hubei Cina pada Desember 2019. Covid-19 telah menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Covid-19 sebelumnya dikenal sebagai Novel 201 Novel Coronavirus (2019-nCoV) penyakit pernapasan, sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan nama resmi sebagai Covid-19 pada bulan Februari 2020.

Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam, mengkhawatirkan jika pemerintah tidak bergerak cepat mengatasi penyebaran virus Corona, maka akan menyebabkan Indonesia alami krisis ekonomi berkepanjangan. "Kalau pemerintah tidak mengantisipasi corona ini dengan baik, Kita bisa mengalami krisis. Krisis bisa dicegah dengan persiapan kebijakan yang tepat, sayangnya sejauh ini kebijakan itu belum tampak, pemerintah terlihat tidak punya persiapan untuk kondisi yang terburuk," kata Piter kepada liputan6.com, Selasa (17/3/2020). Namun, apabila nanti lockdown diakukan tanpa perencanaan, dan dilakukan ketika korban virus corona sudah tidak tertanggulangimaka proses penyembuhannya akan jauh Lebih lama dan dampak negatifnya terhadap perekonomian justru akan jauh lebih besar. Piter mangatakan bahwa Indonesia berpotensi mengalami krisis ekonomi, apabila terjadi faktor-faktor berikut, yakni suatu perekonomian dikatakan krisis apabila mayoritas pelaku ekonomi dihampir semua sektor tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi secara baik, semua indikator ekonomi mengalami perkembangan negatif.

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia. Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
1.      Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
2.      Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
3.      Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
4.      Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
5.      Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
6.      Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
7.      Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
8.      Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
9.      Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Daftar Rujukan

1.      Duta.co. Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Global Khususnya di Indonesia. Di akses 26 Maret 2020. Dari https://duta.co/dampak-virus-corona-terhadap-perekonomian-global-khususnya-di-indonesia.
2.      Cnnindonesia.com. Mengukur Ancaman “Lockdown” Virus Corona. Di akses 26 Maret2020. Dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200316074515-532-483710/mengukur-ancaman-ekonomi-dari-lockdown-virus-corona.
3.      BangkaTribunnews.com. Pengertian Lengkap Apa Itu Virus Corona Covid-19, Gejala, Cara, Penularan, Hingga Pencegahan. Di Akses 26 Maret 2020.  Dari  https://bangka.tribunnews.com/2020/03/24/pengertian-lengkap-apa-itu-virus-corona-covid-19-gejala-cara-penularan-hingga-pencegahan
4.      Liputan6.com. Ekonom Khawatir Indonesia Alami Krisis Ekonomi Berkepanjangan Akibat Corona. Di Akses 26 Maret 2020. Dari  https://www.liputan6.com/bisnis/read/4203763/ekonom-khawatir-indonesia-alami-krisis-ekonomi-berkepanjangan-akibat-corona
5.      Alodokter.com. Virus Corona-Gejala, Penyebab Dan Mengobati. Di akses 26 Maret 2020 dari https://www.alodokter.com/virus-corona